SOFT SKILL
August 19, 2009 by editor
Filed under Karya Kita
Soft Skill, Sangat Berguna Bagi Masa Depan Siswa
Sekolah harus mengajarkan soft skill terhadap murid agar siswa memiliki out come yang handal
Banyak lulusan sekolah yang tidak mampu mengaplikasikan ilmu mereka di masyarakat. Hal ini, karena sekolah hanya berkutat pada aspek in put, proses dan out put saja. Sedangkan out come siswa kurang diperhatikan.
Padahal, out come siswa yang baik merupakan salah satu tolok ukur kesuksesan sekolah. Pernyataan ini disampaikan Drs. Kresnayana Yahya, M.Sc dalam Seminar Nasional “Pengembangan Soft Skill Membangun Wujud Kompetensi Hidup” di Unesa, Surabaya pada (21/1) lalu.
Agar siswa memiliki out come yang handal, maka sekolah harus mengajarkan soft skill (kompetensi untuk mengembangkan dan memaksimalkan kinerja) terhadap anak. Soft skill adalah hal yang bersifat halus dan meliputi ketrampilan psikologis, emosional dan spiritual. Menurut Kresna, soft skill merupakan hal penting selain dari ilmu pengetahuan yang dipelajari otak.
Agar siswa memiliki soft skill yang baik, maka perlu menerapkan cara sebagai belajar sebagai berikut. Yaitu, learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be.
Oleh karena itu, Kresna menganjurkan agar pembelajaran tidak hanya berkutat pada teori namun juga aplikasi. Seharusnya, guru harus membawa peserta didik ke dunia nyata, jangan hanya teori,” tuturnya.
“Itulah kenapa banyak lulusan kuliah yang menganggur gara-gara tidak bisa mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan nyata dalam masyarakat,” tambahnya.
Siswa yang memiliki soft skill, dia tidak hanya dapat berfikir secara kreatif (creative thinking) namun juga berfikir kritis (critical thinking). Tidak hanya itu, siswa juga akan memiliki sikap percaya diri, konsep berfikir dan ambisi untuk sukses.
Menurut DR. Rasiyo, M.Si salah satu trainer, untuk menumbuhkan soft skill secara efektif melalui proses melihat, melakukan dan merasakan. Sebab, soft skill meliputi dua ranah yaitu ranah afektif dan psikomotorik. Agar hal ini bisa berjalan, peran guru sangat diperlukan dengan melakukan beberapa eksperimentasi.











